Saturday, March 10, 2012

Wenger: Podolski Belum Pasti ke Arsenal

Wenger: Podolski Belum Pasti ke Arsenal
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyatakan, sejauh ini belum ada kesepakatan antara klubnya dan penyerang FC Koeln, Lukas Podolski. Namun, menurut pelatih asal Perancis ini, mungkin akan ada kemajuan dalam hal itu sekitar dua atau tiga pekan mendatang.

Podolski sebelumnya dikabarkan tertarik untuk bergabung dengan Arsenal pada musim depan. Bahkan, sejumlah media di Inggris mensinyalir Arsenal sudah menyiapkan biaya transfer sebesar 13 juta euro (sekitar Rp 155 miliar) untuk memboyong pemain asal Jerman itu ke London.

"Saya tidak bisa berbicara banyak mengenai hal ini karena jika kami mengontrak pemain, maka kami akan mengonfirmasikannya kepada Anda. Saat ini kami belum mengontrak siapa pun, dan belum ada kesepakatan apa pun," ujar Wenger seperti dilansir Mirror Football.

"Dekat atau tidaknya kesepakatan tidak akan selalu berhubungan dengan kontrak. Ketika Anda dekat, itu berarti bisa jauh lagi. Namun, Podolski adalah pemain yang bagus, saya tidak bisa membantahnya," katanya lagi.

Ketika ditanya mengenai perkembangan proses ini, Wenger mengungkapkan, "Dalam dua atau tiga pekan mendatang, segalanya mungkin."

Kontrak Podolski dengan Koeln baru akan habis pada Juni 2013. Semenjak didatangkan dari Bayern Muenchen pada 2009, pemain berusia 26 tahun ini telah mencetak 31 gol dari 79 kali penampilannya bersama Koeln.
Read More..

Menang 6-3, Napoli Dekati Zona Champions

Menang 6-3, Napoli Dekati Zona Champions
Napoli meraih kemenangan 6-3 atas Cagliari pada pertandingan Serie-A di San Paolo, Jumat (9/3/2012). Dengan hasil tersebut, Napoli duduk di tempat kelima dengan 46 poin, atau kalah dua angka dari Lazio di zona kualifikasi Liga Champions.

Napoli membuka jarak melalui Marek Hamsik pada menit kesepuluh. Dari luar kotak penalti, ia melesatkan bola kiriman G�khan Inler ke sudut kanan bawah gawang Michael Agazzi dengan tendangan kaki kanan.

Sembilan menit kemudian, Paolo Cannavaro mencetak gol kedua Napoli. Bermula dari situasi bola mati, Ezequiel Lavezzi melepaskan umpan silang yang disundul Cannavaro masuk sudut kanan atas gawang Cagliari.

Pada menit ke-30, Davide Astori mencetak gol bunuh diri sehingga membuat angka di papan skor berubah menjadi 3-0. Bola lolos ke gawang Astori dalam usaha mengantisipasi tendangan Lavezzi.

Lavezzi masuk daftar pencetak gol pada menit ke-56. Dipercaya mengeksekusi hadiah penalti, Lavezzi mengirim bola masuk sudut kiri bawah gawang Cagliari. Penalti diberikan setelah Michele Canini dinilai wasit melanggar Lavezzi.

Gol kelima Napoli diciptakan Walter Gargano pada menit ke-70. Ia menundukkan Agazzi dengan tendangan kaki kiri dari tengah kotak penalti, memanfaatkan umpan Edinson Cavani.

Lima menit menjelang injury time, Napoli mendapatkan gol keenam dari Christian Maggio. Gol bermula dari tendangan gawang De Sanctis yang kemudian dikuasai dan diteruskan Goran Pandev kepada Maggio. Dari tengah kotak penalti, Maggio menembakkan bola ke sudut kanan bawah gawang Agazzi.

Sementara itu, gol pertama tim tamu diciptakan oleh Joaquin Larrivey pada menit ke-37. Dari tengah kotak penalti, ia menanduk bola kiriman Daniele Conti masuk sudut kanan bawah gawang Morgan De Sanctis.

Pada menit ke-77, Larrivey mencetak gol kedua. Gol bermula dari pergerakan Victor Ibarbo di sektor kiri pertahanan Napoli yang berujung sebuah umpan silang. Larrivey yang tak terkawal lawan menyundul bola masuk sudut kanan bawah gawang De Sanctis.

Sesaat sebelum peluit berbunyi panjang, Larrivey mencetak gol ketiganya. Gol lagi-lagi berawal dari pergerakan Ibarbo di sektor kiri pertahanan Napoli, yang berujung umpan silang, yang disundul Larrivey masuk sudut kanan atas gawang Napoli.

Menurut catatan Lega Serie-A, selama pertandingan, Napoli menguasai bola sebanyak 53 persen dan menciptakan enam peluang emas dari 14 usaha. Adapun tim tamu melepaskan lima tembakan akurat dari sebelas percobaan.

Susunan pemain
Napoli:
Morgan De Sanctis; Paolo Cannavaro, Salvatore Aronica, Hugo Armando Campagnaro; G�khan Inler, Walter Gargano (Eduardo Vargas 74), Andrea Dossena, Juan Zuniga; Goran Pandev, Ezequiel Lavezzi (Edinson Cavani 59), Marek Hamsik (Christian Maggio 63).

Cagliari: Michael Agazzi; Davide Astori, Michele Canini, Alessandro Agostini, Fransesco Pisano (Gabriele Perico 46); Daniele Conti, Albin Ekdal, Radja Nainggolan (Ribeiro Cardoso Thiago 31), Daniele Dessena (Simone Gozzi 66); Victor Segundo Ibarbo, Joaquin Larrivey.

Wasit: Christian Brighi

Read More..

Samuel dan Milito Akhiri Krisis Kemenangan

Samuel dan Milito Akhiri Krisis Kemenangan
Inter Milan akhirnya mampu menghentikan rekor buruknya. Inter meraih kemenangan pertamanya sejak awal Februari lalu, setelah menundukkan Chievo Verona 2-0 dalam lanjutan Liga Serie-A di Stadion Marc'Antonio Bentegodi, Jumat atau Sabtu (10/3/2012) dini hari WIB. Kemenangan itu berkat gol Walter Samuel dan Diego Milito.

Hasil ini membuat posisi Inter naik satu peringkat ke posisi keenam dengan mengoleksi 40 angka, menggeser AS Roma yang memiliki nilai 38. Sementara itu, Chievo tertahan di peringkat ke-10 dengan 34 angka.

Sebelumnya, Inter tak pernah menang dalam enam pertandingan terakhirnya di Serie-A. Terakhir mereka ditahan Catania 2-2. Sebelumnya, Inter juga ditahan 4-4 oleh Palermo pada 1 Februari lalu, lalu kalah 0-4 dari AS Roma, kalah 0-1 dari Novara, kalah 0-3 dari Bologna, dan kalah 0-1 dari Napoli.

Maka dari itu, Inter mencoba bangkit. Meski tampil di kancang Chievo, mereka lebih dinamis dan berhasil mendominasi permainan sejak awal babak pertama. Pada menit ke-13, tim asuhan Claudio Ranieri itu berpeluang membuka keunggulan ketika mendapatkan hadiah penalti karena bek Chievo melakukan handsball di kotak terlarang. Namun, Milito yang menjadi algojo tidak mampu memanfaatkan kesempatan itu karena bola tendangannya mampu diantisipasi kiper Stefano Sorrentino.

Lima menit kemudian, giliran Wesley Sneijder menciptakan peluang emas. Menerima umpan dari Diego Forl�n dari sisi kanan, ia melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti. Sayang, bola tendangannya masih mengenai mistar gawang Chievo.

Sepanjang babak pertama, Inter praktis lebih menguasai jalannya pertandingan. Beberapa kali kombinasi Sneijder, Milito, dan Forlan menciptakan peluang berbahaya. Sementara itu, Chievo hanya mengandalkan serangan balik yang tidak terlalu membahayakan barisan pertahanan Inter.

Pada paruh kedua, Inter yang mengincar kemenangan dalam pertandingan ini terus meningkatkan serangan. Pada menit ke-52, Andrea Poli mendapat peluang. Sayang, bola tendangan kerasnya yang memanfaatkan umpan Sneijder di depan kotak penalti hanya menyamping tipis ke sisi kanan gawang Sorrentino.

Kesulitan menembus rapinya pertahanan Chievo membuat Inter frustrasi. Pertengahan babak kedua pun berjalan dengan tempo lambat. Inter lebih banyak menguasai bola di tengah lapangan, dan beberapa kali melakukan tendangan spekulasi dari luar kotak penalti.

Inter akhirnya mampu memecah kebuntuan pada menit ke-87. Walter Samuel berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan bola tendangan pojok Sneijder. Tiga menit berselang, giliran Milito yang melengkapi kemenangan Inter menjadi 2-0 seusai memanfaatkan umpan silang Zanetti. Skor 2-0 untuk kemenangan Inter tidak berubah hingga wasit meniup peluit panjang.

Susunan pemain
Chievo: Stefano Sorrentino, Francesco Acerbi, Marco Andreolli, Boukary Drame, Nicolas Frey, Luca Rigoni, Michael Bradley, Siqueira Luciano (perparim Hetemaj 72), Sergio Pellissier, Paolo Sammarco (Dario Sammarco 61), Cyril Thereau.

Inter Milan: J�lio C�sar, Walter Samuel, L�cio, Yuto Nagatomo, Maicon, Dejan Stankovic, Wesley Sneijder, Andrea Poli (Esteban Cambiasso 84), Javier Zanetti, Diego Milito, Diego Forl�n (Giampaolo Pazzini 71).

Read More..

Piala Sultan Hassanal Bolkiah - Kalah 0-2 dari Brunei, Indonesia Gagal Juara

Piala Sultan Hassanal Bolkiah - Kalah 0-2 dari Brunei, Indonesia Gagal Juara

Bandar Sri Begawan - Timnas U-21 Indonesia gagal membawa pulang trofi Sutan Hassanal Bolkiah 2012, setelah takluk 0-2 dari Brunei Darussalam di partai final, Jumat (9/3/2012) malam WIB.

Dalam laga yang dihelat di Hassanal Bolkiah National Stadiun, Indonesia memegang kendali permainan di babak pertama tapi urung menciptakan gol karena Brunei bermain dengan disiplin.

Masuk di babak kedua gantian Brunei yang mmendominasi jalannya laga dan membuahkan hasil lewat dua gol yang diciptakan Muhammad Aminudin dan Adi Bin Said.

Bagi Brunei ini adalah trofi pertama mereka setelah disanksi FIFA pada Desember 2008 akibat intervensi pemerintah pada federasi sepakbola mereka. Sementara 'Merah Putih' untuk kesekian kalinya gagal berjaya di turnamen yang mereka ikuti.

Terakhir kali trofi yang mampir ke Tanah Air adalah Piala Kemerdekaan tiga tahun lalu lewat sebuah final yang kontroversial melawan Libya U-23.

Jalannya pertandingan

Di menit ke-6 tekanan dilakukan Brunei ke jantung pertahanan Indonesia. Tendangan seorang pemain masih bisa diredam kiper Aji Saka.

Serangan balasan dari Indonesia semenit setelahnya. Sayang, Yoshua dianggap offside. Tendangan terakhirnya masih diblok kiper Brunei.

Pada menit 20 sebuah percobaan dari Brunei, lewat tendangan jarak jauh Azwan. Arahnya masih melebar dari gawang Aji Saka.

Indonesia mengancam di menit 21. Tembakan spekulasi Kurniawan cukup membahayakan gawang Brunei tapi masih bisa diamankan kiper.

Pada menit 34 Brunei memperoleh peluang ketika tendangan balik badan Azwan cukup mengejutkan Indonesia tapi masih melebar.

Sementi sebelum turun minum, Brunei nyaris menjebol gawang Aji Saka.Tapi Azwan gagal menyelesaikan peluang emas di depan gawang dan bola bisa diamankan kiper Aji Saka.

Skor 0-0 bertahan hingga kedua tim memasuki ruang ganti.

Brunei akhirnya unggul lebih dulu di menit 48 ketika Aminudin dengan baik memanfaatkan bola crossing rekannya dan dengan sekali sepakan mendatar, gawang Aji Saka dijebolnya. Sebelum bola mencapai Aminudin, Samsul Arifin gagal menghalau bola.

Indonesia harus kebobolan lagi di menit 75 ketika Adi Bin Said mencetak gol kedua Brunei. Menguasai bola di sisi kanan pertahanan Indonesia, Adi mengecoh satu pemain sebelum melepaskan sepakan ke tiang dekat dan bobol-lah gawang Aji Saka.

Hingga laga berakhir skor 2-0 tetap bertahan untuk kemenangan Brunei.

Susunan pemain

Brunei : Md Fakrul; Adi bin Said, Hendra Azam, Md Najib, Abd Mu'iz, Hazwan, Md Afi, Aminudin, Md Azri, Md Azwan, Nurikhwan

Indonesia : Aji Saka; Syaiful, Samsul A, Kurniawan, Ridwan, A. Faris, Nurmufid, Agus Nova, Miko, Yosua, Andik Vermansyah
Read More..

Mourinho Pelatih dengan Bayaran Tertinggi

Mourinho Pelatih dengan Bayaran Tertinggi

FOTO:Getty ImagesJakarta - Tak cuma pemain yang dapat bayaran sangat wah di kompetisi-kompetisi Eropa karena para pelatih juga dapat gaji sangat tinggi. Si peracik strategi dengan bayaran terbesar adalah Jose Mourinho.

Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh futebolfinance.com dan dikutip dari AFP. Hasrat Real Madrid untuk bisa kembali merajai Spanyol dan Eropa membuat mereka rela mengalokasikan dana sangat besar but Mourinho.

Disebutkan kalau saat ini Mourinho bisa mendapat bayaran senilai 10 juta euro pertahun dari El Real. Jumlah tersebut setara dengan Rp 120,2 miliar.

Mourinho berhasil mengalahkan Josep Guardiola dan Guus Hiddink yang bersamaan duduk pada urutan dua. Barcelona dan Anzhi Makhachkala masing-masing membayar kedua pelatih tersebut dengan banderol 7,5 juta euro (sekitar Rp 90,1 miliar).

Duduk di posisi tiga daftar ini adalah Roberto Mancini, hal mana membuat dia kini juga tercatat sebagai pelatih dengan bayaran terbanyak di Premier League. Mancio dapar gaji enam juta euro, atau sekitar Rp 7,2 miliar setiap tahun.

Berturut-turut di belakang Mancini adalah Carlo Ancelotti (PSG), Jupp Heynckes (Bayern Munich), Sir Alex Ferguson (Manchester United) yang berbagi tempat dengan Kenny Dalglish (Liverpool) serta Arsene Wenger yang ternyata dibayar sama seperti halnya Harry Redknapp.

Pelatih dengan pendapatan tertinggi (per musim)

1. Jose Mourinho (Real Madrid) - Rp 120,2 miliar semusim.
2. Pep Guardiola (Barcelona) dan Guus Hiddink (Anzhi Makhachkala) - Rp 90,171 miliar
4. Roberto Mancini (Manchester City) - Rp 72,13 miliar.
5. Carlo Ancelotti (Paris Saint-Germain) - Rp 70,9 miliar
6. Jupp Heynckes (Bayern Munich) - Rp 60,1 miliar
7. Sir Alex Ferguson (Manchester United) dan Kenny Dalglish (Liverpool) - Rp 57,7 miliar
9. Arsene Wenger dan Harry Redknapp - Rp 56,5 miliar.
Read More..